Saturday, 25 April 2020

Jaringan Komputer : Topologi Jaringan

Apa itu topologi jaringan ?


Topologi jaringan komputer adalah sebuah cara merangkai sebuah jaringan atau gambaran metode sebuah komputer agar dapat saling terhubung , dimana sebuah komputer dapat terhubung ke komputer lain dengan kabel atau tanpa kabel (nirkabel).

Dalam sebuah topologi jaringan terdapat beberapa jenis atau macam-macam topologi jaringan dan juga tergantung cara pengunaanya dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing , berikut macam-macam topologi jaringan,  kelebihan kekuraganya dan cara membuat topologi jaringan dalam sebuah aplikasi :

Macam macam topologi jaringan beserta gambarnya 

TOPOLOGI BUS


Topologi Bus merupakan sebuah rangkaian jaringan yang bentuknya seperti jalur bus ,yaitu dari pc server ke client 1 ke client 2 lalu ke client 3 hingga berhenti ke terminator dan kembali lagi ke pc server, nah disini saat pc server mengirim data ia akan melewati client client yang ada hingga sampai tujuan, topologi bus memakai kabel utama coaxial dan konektor bnc.

Kelebihan topologi bus :
1. Rangkaian yang sederhana dan mudah merangkainya
2. Hemat dalam menggunakan biaya
3. Tidak banyak menggunakan kabel
4. Mudah dalam penambahan client

Kekurangan topologi bus :
1. Jika dalam jalur kebel utama mengalami gangguan maka jalur lainya akan terganggu
2. Sulit mendeteksi gangguan
3. Tidak cocok untuk trafic yang padat karena mudah mengalami kepadatan jalur akses
4. Memerlukan repeater untuk meguatkan sinyal jika jalurnya berjauhan

TOPOLOGI RING


Topologi Ring merupakan sebuah rangkaian jaringan yang bentuknya seperti cincin dimana terdapat sebuah token ring ditengahnya dan jaringanya yang tersambung dari sebuah titik ke titik lainya sehingga menjadi bentuk lingkaran seperti cincin.

Kelebihan topologi ring :
1. Rancangan yang sederhana dan mudah diaplikasikan
2. Mudah dalam mengetahui kerusakaan atau troubelshootnya
3. Hemat dalam biaya
4. Dapat mengatasi trafic yang berat atau memiliki jalur akses yang luas
5.Kecepatan pengiriman data yang cepat

Kekurangan topologi ring :
1. Pengembangan dalam jaringan atau penambahan client sulit
2. Jika jalur utama atau client terganggu maka yang lainya juga ikut terganggu
3. Membutuhkan penangganan yang khusus jika terjadi maintenance
4. Memiliki konfigurasi yang lebih sulit

TOPOLOGI STAR

Topologi Star merupakan rangkaian jaringan yang dimana bentuknya seperti bintang dan juga topologi star memiliki alat ditengahnya untuk menghubungkan yaitu sebuah switch/hub, dimana dari pc server ke switch baru ke client, nah untuk topologi star prinsip kerjanya bisa juga seperti dimana terdapat sebuah  kendali (pc server) yang mengirim data ke sebuah node(switch) atau node tertentu yang lalu dikirimkan ke tempat yang dihendaki (client).

Kelebihan topologi star :
1. Jika terdapat suatu client yang terganggu maka tidak akan menggangu client lain
2. Mudah dalam mengetahui kerusakan
3. Kecepatan dalam pengiriman sama besar
4. Mudah dalam pengembangan dan penambahan client
5. Bisa digunakan untuk banyak computer client
6. Keamanan jaringan yang tinggi
7. Mudah dalam penanganan maintenance maka tidak perlu adanya penangganan khusus.

Kekurangan topologi star :
1. Biaya yang relatif mahal
2. Karena digunakan untuk banyak client ,penggunaan kabel yang banyak
3. Harus memiliki switch/hub
4. Jika switch/hub  mengalami kerusakan maka akan mempengaruhi client atau keseluruhan jaringan
5.Trafic yang padat dapat membuat kinerja menurun

TOPOLOGI MESH

Topologi Mesh atau jala merupakan suatu rangkaian yang menghubungkan antar komputer dengan komputer yang ada di jaringan secara langsung dan disebut dedicated links, topologi mesh juga memiliki kecepatan jaringan yang relatif cepat karena dari komputer atau server langsung ke computer client tanpa harus ke switch atau lainya.

Kelebihan topologi mesh :
1. Keamanan data yang tinggi
2. Jika client bermasalah maka tidak menggangu client yang lainya
3. Mudah dalam mengetahui kerusakan
4. Pengiriman yang cepat

Kekurangan topologi mesh :
1. Untuk penambahan atau pengembangan client lebih sulit
2. Memerlukan biaya yang besar
3. Memerlukan tempat atau lingkungan yang luas
4. Proses konfigurasi yang merepotkan

TOPOLOGI TREE


Topologi Tree merupakan suatu rangkaian jaringan yang bentuknya seperti gabungan topologi bus dan star dan jaringanya yang terpusat pada sebuah switch , pada topologi tree bentuknya juga memiliki suatu tingkatan yang bercabang,misalkan dari computer server ke computer client lalu dihubungkan lagi ke switch dan dihubungkan ke komputer client lagi , nah di topologi ini dimana jaringan yang lebih tinggi dapat mempengaruhi dan mengontrol jaringan yang lain dan topologi tree juga cocok untuk komputer dengan skala yang besar.

Kelebihan topologi tree:
1. Mudah untuk mendeteksi kerusakan
2. Mudah untuk pengembangan dan penambahan jaringan/client
3. Bisa untuk skala yang besar
4. Mudah di atur dan manajemen data yang baik
5. Support jaringan point to point
6. Kemanan jaringan yang baik

Kekurangan topologi tree :
1. Menggunakan biaya yang besar karena memerlukan kabel dan alat tambahan
2. Switch/hub menjadi alat yang berperan penting
3. Jika komputer yang tingkatan atas mengalami gangguan dapat mempengaruhi jaringan yang dibawahnya
4. Kinerja melambat karena sebelum mengirim data terlebih dahulu ke switch/hub baru ke client/komputer lainya
5. Konfigurasi jaringan yang rumit



Sunday, 19 April 2020

Jaringan Komputer : Media Transmisi Jaringan

Pengertian Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

Jenis Media Transmisi
Jenis Media Transmisi dibagi menjadi 2, yaitu Media Transmisi Guided dan Media Transmisi Unguided, Silahkan simak materi dibawah.

Media Transmisi Guided
Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
1. Twisted Pair Cable
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP. Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan: apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi menjadi dua yaitu:
  • Shielded Twisted-Pair (STP)



Kabel STP ini mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP diperuntukan bagi instalasi jaringan ethernet, mempunyai resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekudapan manisnsi radio tanpa harus meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel shielded twister-pair hampir memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel utp. Satu hal kelebihan kabel stp yaitu jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, akungnya stp sedikit lebih mahal dibandingkan utp.

Tidak mirip kabel coaxial, lapisan pelindung kabel stp bukan bagian dari sirkuit data, alhasratnnya merupakan itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground stp memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidaksempurnaan, dapat menjadi sumber dilema alhasratnnya merupakan mampu menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. kabel stp tidak dapat dipakai dengan jbir lebih jauh sebagaimana media-media lain (mirip kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater)

·  kecepatan dan keluaran: 10-100 mbps
·  biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan utp dan coaxial
·  media dan ukuran konektor: medium
·  panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).


  • Unshielded Twisted-Pair (UTP)



Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:
·  Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
· Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
·  Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
·  Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
·  Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.

Secara fisik, kabel Unshielded Twisted-Pair terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan kawat, untuk membatasi degradasi sinyal. Seperti halnya STP, kabel UTP juga harus mengikuti rule yang benar terhadap beberapa banyak tekukan yang diizinkan perkaki kabel. UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twister-pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mensuport arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.
· Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
· Biaya rata-rata per node: murah
· Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).-Media dan ukuran: kecil
· Media dan ukuran: kecil

"Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan."
2. Coaxial Cable (Kabel Koaksial) 
Kabel coaxial atau popular disebut “coax” terdiri atas konduktor silindris melingkar, yang menggelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk lan, kabel coaxial memberikan beberapa keunggulan. diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jbir jauh diantara node network, dibandingkan kabel stp atau utp. Repeater juga dapat diikutsertakan untuk meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network cukup jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam berbagai tipe komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun perusahaan.
·  Kecepatan dan keluaran: 10 -100 Mbps
·  Biaya rata-rata per node: murah
·  Media dan ukuran konektor: medium
· Panjang kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk thin-coaxial dan 500m untuk thick-coaxial

Dikala bekerja dengan kabel, sangat penting bagi kita mempertimbangkan ukuran kabel tersebut; yaitu seperti ketebalan, membisueter, pertambahan kabel sesampai akan menjadi pertimbangan atas kesulitan dikala instalasi dilapangan. kita juga harus ingat bahwa kabel akan mengalami tarikan-tarikan dan tekukan di dalam pipa. kabel coaxial datang dalam beragam ukuran. membisueter terbesar diperuntukkan sebagai backbone ethernet alharapannnya secara historis memiliki ketahanan transmisi dan daya tolak interferensi yang lebih besar. tipe kabel coaxial ini seringkali disebut dengan thicknet, namun dewharapan ini sudah banyak ditinggalkan. kabel coaxial lebih mahal dikala diinstal dibandingkan kabel twisted-pair.


3. Fiber-Optic Cable (Kabel Serat Optik)
Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media yang lain, fiber optic mempunyai harga lebih mahal, tetapi cukup tahan thdp interferensi elektromagnetik dan bisa bekerja dengan kapasitas dan kecepatan data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan ribuan panggilan telepon.
Beberapa keuntungan kabel fiber optic:
·Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second;
·Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar;
·Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”;
·Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang diakibatkan perangkat-perangkat elektronik mirip radio, motor, atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
·Maintenance: yaitu kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan yang relatif terjangkau.

Tipe-tipe kabel fiber Optic :
·Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
·Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
·Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.

Media Transmisi Unguided


Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dan lain sebagainya. Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan receiver). Ada dua jenis transmisi, Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada satu sasaran. Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat diterima oleh banyak antena.
Jaringan Nirkabel atau dikenal dengan nama Wireless , merupakan salah satu media transmisi yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisinya. Data-data digital yang dikirim melalui wireless akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik tersebut.

1. Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan receiver)
2. Ada dua jenis transmisi :
– Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada satu sasaran
– Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat diterima oleh banyak antenna

3. Tiga macam wilayah frekuensi
– Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
– Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
– Gelombang inframerah

Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium (bicita-citanya udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektomagnetik dari medium sekitarnya. media transmisi tidak terpandu (unguwangsitd) terbagi atas empat bagian yaitu :

1. Gelombang Mikro Terrestrial (Atmosfir Bumi)
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukuran diameternya biasanya sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanah untuk memperluas jarak antara antena dan mampu menembus batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa menara relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik dipasang pada jarak tertentu.

2. Gelombang Mikro Satelit
Satelit komunikasi adalah sebuah stasiun relay gelombang mikro. Dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai stasiun bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu band frekuensi (uplink), amplifier dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentransmisikannya ke frekuensi yang lain (downlink). Sebuah satelit pengorbit tunggal akan beroperasi pada beberapa band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel, atau biasanya disebut transponder.
Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama pentingnya dangan serat optic. perangkat lunak-perangkat lunak terpenting untuk satelit lainnya diantaranya merupakan:
·         Distribusi siaran televisi
·         Transmisi telepon jarak jauh
·         Jaringan bisnis swasta

3. Radio Broadcast
Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama pentingnya dangan serat optic. Aplikasi-aplikasi terpenting untuk satelit lainnya diantaranya adalah:
·         Distribusi siaran televisi
·         Transmisi telepon jarak jauh
·         Jaringan bisnis swasta

4. Infra Merah
Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur  pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga masalah-masalah pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi.

Referensi : 


Sunday, 12 April 2020

Jaringan Komputer : Pengertian Perangkat Jaringan



A. Pengertian Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi.
Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.

B. 12 Jenis Perangkat Jaringan
1. Router
Router adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lain bisa diterima. Router itu bisa menghubungkan network / jaringan yang menggunakan topologi seperti bus, star dan ring.
Contohnya kita bisa menghubungkan dua jaringan yang berbeda, seperti jaringan 192.168.2.0/24 dapat terhubung dengan jaringan 200.200.200.0/24.

2. Wireless Card
Wireless Card merupakan sebuah jaringan yang mampu menghubungkan dua device tanpa menggunakan kabel. Wireless Card dapat menghubungkan dua atau lebih perangkat komputer sehingga bisa saling terhubung melalui jaringan Wi-Fi dan tanpa menggunakan kabel.

3. Perangkat LAN Card
LAN Card merupakan perangkat jaringan mempunyai fungsi yang hampir sama dengan perangkat lain, yaitu dapat menghubungkan perangkat satu dengan yang lainnya dalam berbagi data. Namun, dalam LAN Card harus menggunakan kabel agar lalu lintas data dapat berjalan dengan optimal.

4. Hub
Hub adalah sebuah hardware atau perangkat keras yang merupaan suatu central connection point pada suatu jaringan, yang berfungsi untuk menerima sinyal dari server atau host dan kemudian mentransmisikannya ke client yang akan membentuk suatu jaringan.
Fungsi utama dari hub adalah untuk membagi jaringan dari satu server menuju ke client komputer dalam satu jaringan, terutama jaringan LAN alias lokal. Apabila anda hanya ingin sekedar membagi satu jaringan lokal ke dalam beberapa komputer saja, maka hub merupakan salah satu perangkat keras yang tepat.

5. Switch
Switch merupakan sebuah hardware yang fungsinya hampir sama dengan HUB, yaitu bisa membagi-bagi jaringan lokal ke banyak perangkat komputer. Namun, switch lebih cerdas dalam membagi sinyal koneksi. Dengan kata lain, switch mampu membuat beberapa komputer mendapatkan kecepatan internet yang setara.

Sementara fungsi utamanya switch ini ialah
a. Untuk menerima sinyal, mengirimkan data jaringan dari server ke jaringan perangkat lain.
b.Sebuah switch membuat keputusan berdasarkan destination port atau tujuan dari port yang akses diakses.
c.Sebuah switch menyimpan tabel yang digunakan untuk menentukan bagaimana cara untuk meneruskan lalu lintas jaringan melalui switch
d.Cisco switch melakukan forward frame Ethernet berdasarkan tujan alamat MAC Address dari frame.

6. Repeater
Repeater adalah perangkat jaringan komputer yang mempunyai fungsi memperkuat sinyal pada jarak jauh dan memperluas jangkauan sinyal wifi sehingga perangkat lain dapat terhubung.
Sistem kerja dari repeater adalah dengan cara menerima sinyal dari server, setelah itu memancarkannya kembali dengan jangkauan yang lebih luas dan kuat.

7. Bridge
Perangkat bridge adalah sebuah perangkat yang berfungsi memperluas jaringan satu ke bentuk jaringan lain yang lebih luas sehingga dapat digunakan pada perangkat lainnya.
Sebelum bridge membuat tabel internal secara otomatis, perangkat ini harus mengenali alamat MAC yang berfungsi mentransmisikan sebuah data ke dalam jaringan.
Adapun keunggulan dari perangkat ini yaitu dengan adanya tabel internal bridge, dapat menentukan segmen manakah yang akan di saring.

8. Network Interface Card (NIC)
Network Interface Cart atau biasa disingkat NIC adalah kartu yang berfungsi sebagai perangkat yang menghubungkan komputer dengan jaringan LAN. Kartu ini sangat berperan penting bagi komputer. Adapun fungsi lain dari NIC adalah membuat perangkat bisa terhubung dengan jaringan melalui kabel.

9. Access Point
Access point ini terdiri dari antenna dan transceiver yang digunakan untuk transmisi dan menerima sinyal dari client atau sebaliknya. Dengan adanya AP ini, kita dapat terhubung dengan jaringan LAN secara nirkabel.
Dengan kata lain, access point ini berfungsi menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda, yaitu antara jaringan wireless dan jaringan LAN.

10. Modem
Modem merupakan perangkat keras yang dapat menghantarkan perubahan data sinyal menjadi analog untuk selanjutnya kembali menjadi data sinyal digital sehingga komputer dapat dijalankan. Biasanya ketika modem mendapatkan sinyal analog maka ia akan merubahnya menjadi signal digital dan menghantarkannya ke komputer.

11. Konektor
Konektor merupakan salah satu perangkat jaingan yang berfungsi menghubungkan kabel dengan Network Adaptor. Jika konektor tidak terpasang di perangkat komputer, maka komputer tidak akan berjalan dengan optimal. maka dari itu, konektor menjadi saah satu alat vital bagi perangkat komputer.

12. Kabel

Perangkat kabel adalah salah satu komponen terpenting yang berfungsi sebagai penghantar arus dan penghubung antara dua komputer atau lebih agar dapat  bertukar data.Kabel sendiri mempunyai beberapa jenis yang digunakan dalam perangkat komputer. Biasanya kabel tersebut berjenis Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel utp, stp, dan beberapa jenis lainnya.










Jaringan Komputer : IP Address dan Subnetting

- IP ADDRESS -
1. Pengertian IP Address
IP Address merupakan alamat dari sebuah komputer yang  terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik contohnya :  192.16.10.1.



IP Address terdiri dari 2 bagian, yaitu :
a.       Network ID
dimana network ID menentukan alamat dari jaringan
b.      Host ID
menentukan dari peralatan jaringan.
Oleh karena itu IP address memberikan alamat lengkap dari suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada.


2. Jenis - Jenis IP Address



a.       IP Public
Ini adalah Internet Assigned Numbers Authority (IANA) terdaftar alamat yang terlihat di Internet.
b.      IP Privat
Privat Address adalah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus melakukan pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakanuntuk jaringan local (LAN) dan tidak dikenal dan diabaikan oleh Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya tetapi tidak unik bagi jaringan global. Agar IP Private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan peralatan Router dengan fasilitas Network Address Traslation (NAT).

3. Pembagian Kelas IP Address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP address, baik untuk host jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP address dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu bagian netwrk (net ID) dan bagian hist (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.

 a.      IP Address Kelas A
Bit pertama address kelas A adalah 0 dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host 24 bit. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, jadi byte pertama IP address kelas A memiliki range dari 0-127, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.


N : Network
H : Host
Bit pertama : 0
Panjang Network ID : 8 bit
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0 – 127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

 b.      IP Address Kelas B
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada computer memilii IP address 192.168.26.161, network ID 192.168 dan host ID 26.161. pada IP address kelas B ini memiliki range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx yakni berjumlah 65.255 netwrok dan jumlah host tiap network 256^2 host atau sekitar 65 ribu host.


2 bit pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 – 191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B

 c.       IP Address Kelas C
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.


3 bit pertama : 110

Panjang Network ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 – 223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C


- SUBNETTING -

Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru.
Penggunaan subnetting dapat menentukan besarnya jumlah client yang dapat mengakses ke dalam sebuah jaringan komputer.

A. Subnetting Pada IP Address Class C
IP Address kelas C dimulai dengan subnet default 255.255.255.0 dan diakhiri sampai 255.255.255.252 atau dari /24 - /30.
Contoh : IP Address 192.168.10.1/26
192.168.10.1/26 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 sehingga

B. Subnetting Pada IP Address Class B
Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Contoh : IP Address 172.68.19.4/20
172.68.19.4/20 berarti kelas B dengan Subnet Mask /20 sehingga


C. Subnetting Pada IP Address Class A
IP Address kelas A dimulai dengan subnet default 255.0.0.0 dan diakhiri sampai 255.255.0.0 atau dari /8 - /30.
Contoh :IP address 16.777.214/16.
16.777.214/16 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti